September, 23, 2008
September, 3, 2008
.
Pada artikel sebelumnya, gue mempertanyakan pameran komputer di Semarang yang lebih cocok disebut bazaar daripada exhibition. Menurut gue sih, salah satu kendalanya adalah Semarang gak punya expo center yang memadai. Memang disayangkan, karena sebagai ibukota provinsi seharusnya fasilitas semacam itu ada. Dari uncle google gue coba cari beberapa gedung yang biasa dipakai kegiatan pameran dan semacamnya di Semarang.
.
Hotel Horison
Di hotel ini ada satu ballroom di lantai 7 yang biasanya dipakai untuk acara pernikahan dan semacamnya. Nggak inget tahun berapa, kayaknya pernah juga ada pameran komputer di sini. Memang keren kalau pameran disini, karena lantai ballroom berkarpet tebal dan AC central standar hotel berbintang. Lokasinya juga paling strategis, di tengah kota yang bisa dilintasi kendaraan umum dari semua jurusan. Kendalanya : parkir dan akses menuju ballroom. Masyarakat kebanyakan mungkin kurang pe-de kalau mau ke sini… apalagi sekedar mencari aksesoris komputer yang mur-mer (murah meriah).
.
Plasa Simpanglima
Kayaknya ini plasa berlantai banyak yang pertama di Semarang. Yang bisa digunakan untuk event pameran adalah di lantai dasar. Lokasi juga sangat strategis, satu blok dengan hotel Horison dan dipastikan selalu penuh pengunjung di hampir semua lantai, apalagi kalau weekend. Kendalanya, tidak ada area yang khusus ditujukan untuk acara pameran. Pernah ada pameran komputer di sini, tapi seingat gue dekorasinya nggak bisa megah kayak di Java Mall. Lagian areanya bukan semacam hall terbuka tapi lorong yang berbelok dan plafonnya rendah bangeets.
.
.
Lawangsewu
Iya, ya? Di Lawangsewu kan ruangannya banyak sekali. Kalau satu stand besar menempati satu ruangan kan cukup banyak tuh yang bisa dimuat. Belakangan ini juga banyak pameran yang diselenggarakan di sana. Lokasinya juga bagus dan terjangkau dari semua jurusan. Kayaknya kesulitan di lokasi ini adalah kesan yang sudah tertanam di masyarakat sebagai gedung angker. Lagipula untuk barang-barang komputer yang mahal-mahal mungkin yang punya counter mikir2 juga tentang keamanan barangnya.
.
Duta Pertiwi (DP) Mall
Yang ini juga pilihan bagus. Yang pasti sih lebih luas daripada Java Mall, tapi pilarnya besar-besar. Sebagai mall baru, orang-orang –apalagi ABG– pasti banyak yang pengin jeng-jeng di sini. Parkirnya juga luas (kayaknya udah pake computer juga). Sudah ada berapa kali pameran komputer di sini, tapi baru sekali nonton. Cuman karena lebih luas, kesannya sepi meskipun banyak pengunjungnya.. kebalikan di Java Mall yang kesannya selalu berdesak-desakan karena lorong antara masing-masing stand kayaknya sempit banget. Tapi di antara mall yang lain, kayakna bagus juga yang disini dipake pameran komputer.
.
Bale Merapi PRPP
Setahu gue ini gedung yang paling megah yang pernah dibangun khusus untuk acara semacam pameran atau convention center. Hallnya luas banget, langit-langitnya juga tinggi sekali. Setiap bulan Agustus dipakai untuk Pekan Raya. Tapi baca di koran, kabarnya gedungnya sudah tidak terawat, jalan masuknya rusak dan berdebu. Malah yang sempat heboh di koran waktu Agustus kemarin ada kasus parkir dengan pengelola atau sama siapa gitu. Pengunjungnya juga males, udah jauh, kendaraan umum juga susah, parkirnya mahal lagee. Wah, susah kalau yang perkara non teknis begitu udah bikin ribut.
.
Kayakna masih ada beberapa lagi beberapa gedung yang bisa dipakai pameran, seperti Gedung Wanita (Sriwijaya), Poncowati Ballroomnya Hotel Patra, bekasnya Jogja Plasa (?) di Pasar Dargo, oh ya.. Semarang Plasa di Johar. Tapi tetep aja belum ada yang bisa disebut EXPO CENTER. Entah sampai kapan?
.
.
September, 2, 2008
Pameran atau Jualan, sih?
Posted by eviekrissanti under articles | Tags: apkomindo fair, bazaar, exhibition |[3] Comments
Waktu denger ada pameran komputer di Java Mall, gue ngebayangin bakal lihat aneka produk komputer yang hi-tech ato malah yang belum pernah dipublikasikan ke orang-orang. Ternyata, cari-cari waktu mau nonton pameran susah amat, biarpun urusan harian nggak jauh-jauh dari urusan dapur. Apalagi di koran gue baca ada lomba penulisan artikel segala. Yup! Siapa tahu, dapat wawasan baru di malem minggu. Perginya ngajak my husband and daughter tentu. Apalagi jarang-jarang nyempetin nonton yang namanya pameran komputer.
Gak tahunya, waduh sampe daerah Peterongan udah pada ngantri tuh kendaraan. Ya udahlah, namanya juga ibukota propinsi yang kurang sarana hiburan. Jalan-jalan ke Mall akhirnya jadi pilihan. Singkat crita, akhirnya bisa parkir juga agak jauh dikit, karena masuk parkiran mall udah ditutup.
Maunya sih, abis capek cari parkiran masuk mall numpang ngadem. Eh, ternyata malah tambah keringetan karena yang nonton pameran penuh bangeets. Apa boleh buat, sudah kadung jauh-jauh. Coba menyisir gang demi gang sambil sesekali tanya ini dan itu sama yang jaga stand. Itupun yang di stand besar karena areanya agak luas.
Mana nih, produk-produk yang baru? Kata koran, trend yang lagi ngetop adalah mini notebook. Yah.. yah… bener juga tuh. Mungil bangets. Kayaknya di semua stand ada deh yang jualan notebookmini. Di Acer ada Aspire One, di Forsa gak tahu namanya tapi ada, di X-Ware malah murah banget pake bonus printer lagee. Coba nggak pas tanggal tua mau tuh bongkar tabungan buat ngebeli.
Tapi… ada tapinya, nih. Kalau lihat suasana begini sih rasanya bukan pameran namanya. Cocoknya jualan, deh! Kayak toko pindah aja. Pernah kepikir nggak ya sama penyelenggaranya, yang namanya exhibition atau pameran itu beda sama bazaar? Tapi, memang susah juga sih.. Semarang nggak punya expo center yang cukup representatif kayak Jakarta, Yogya, atau Surabaya. Sempet nonton pameran di Jakarta Convention Center maupun Jogja Expo Center, memang pasti ada unsur jualannya, tapi karena space memungkinkan, mereka bisa membuat kegiatan pendukung seperti seminar dan demonstrasi produk. Bahkan tahun kemarin di Yogya ada pemecahan rekor MURI untuk layar LCD terpanjang.
Anyway, kreatif juga nih panitia Apkomindo Fair. Bikin lomba bikin artikel di blog/website memang tidak butuh tempat khusus, cukup dari komputer masing-masing. Moga-moga aja, sesuai harapan panitianya, banyak masukan dari sebagian masyarakat yang rindu pameran komputer yang bener-bener pameran.


